Dunia Terkejut! Perekonomian Indonesia Melejit di Tengah Pandemi, Jokowi Langsung Diminta Jadi Sekjen PBB

 


Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per akhir Januari 2022 cukup baik. Penerimaan negara, khususnya sisi pajak yang berhasil tumbuh melejit.

"Ini cerita APBN di Januari yang awal dengan cerita positif dari pemulihan ekonomi dan dukungan APBN ke masyarakat," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (22/2/2022).

Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2022 (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI)Foto: Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2022 (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI)

Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2022 (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI)

Penerimaan negara mencapai Rp 156 triliun atau tumbuh 54,9% (year on year/yoy). Kontribusi terbesar adalah penerimaan pajak dengan Rp 109,1 triliun atau tumbuh 59,4% dan bea cukai sebesar Rp 24,9 triliun atau tumbuh 99,4%.

Sementara itu belanja negara mencapai Rp 127,2 triliun atau kontraksi 13%. Rendahnya belanja negara dikarenakan kecilnya realisasi dari belanja Kementerian Lembaga (KL) dan dana desa.

Atas capaian tersebut, APBN di Januari 2022 mencatat surplus Rp 28,9 triliun atau 0,16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keseimbangan primer juga surplus Rp 49,4 triliun. SILPA juga masih tersisa Rp 25,9 triliun.

"Januari APBN alami surplus dari keseimbangan primer maupun total. Keseimbangan primer surplus Rp 49,4 triliun, ini pembalikan yang luar biasa," imbuhnya. 

Sementara itu, atas prestasi yang membanggakan tersebut banyak warganet yang yakin jika sosok Jokowi sangat pantas menduduki jabatan sebagai Sekjen PBB.

"Jika sudah gak jadi presiden di NKRI, saya harap pak Jokowi mau jadi Sekjen PBB. Agar dunia ini damai dan tenteram," tulis akun bernama James Simatupang.

(CNBC)

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar