Ahok Luar Biasa! Demi Rakyat, Tolak Naikkan Harga BBM Meski Harga Dunia Sangat Tinggi Sekali

 


Kenaikan harga minyak dunia tidak berdampak signifikan terhadap harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) menyebut, bahkan seharusnya PT Pertamina (Persero) menjual Pertalite dengan harga Rp 11.000 per liternya.

“Secara normal harga Pertalite ini sudah berada di atas Rp 11 ribu, harga keekonomian. Kemudian Pertamina masih tetap harus menjual di harga Rp 7.650,” kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih dalam siaran video Ditjen Migas, dikutip Sabtu (30/10).

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Irto Ginting mengakui, tingginya harga minyak memberikan tekanan signifikan atas beban pokok produksi BBM. Juga makin menekan profitabilitas Pertamina.

Namun, Irto menyebut, hingga saat ini Pertamina tidak menaikkan harga BBM karena Pertamina memahami concern Pemerintah terhadap penurunan daya beli masyarakat pasca Covid pandemi. “Untuk itu, saat ini Pertamina dengan Pemerintah sedang melakukan pembahasan untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Sabtu (30/10).

Irto memastikan, Pertamina tetap menjalankan komitmennya untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM kepada seluruh masyarakat. Sebab sebagai BUMN energi, perseroan mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas penyediaan dan pelayanan BBM.

“Sudah menjadi komitmen Pertamina untuk menyediakan BBM diseluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar