AS, Korsel, dan Jepang Panik Terhadap Rudal Nuklir Korut



Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) terlihat panik menyikapi peluncuran rudal terbaru Korea Utara (Korut).

Kedua negara sepakat untuk melanjutkan penyebaran sistem pertahanan rudal canggih THAAD. Kesepakatan ini terjadi sehari setelah uji peluncuran terbaru Korea Utara (Korut) yang mengundang kecaman dari seluruh wilayah yang bergejolak itu.

Penasehat keamanan nasional Trump, H.R. McMaster, sepakat dengan koleganya dari Korsel untuk melanjutkan penyebaran sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel. Kesepakatan tersebut terjadi melalui sambungan telepon, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/4/2017).

Korsel dan AS mengatakan tujuan utama dari penyebaran sistem rudal tersebut adalah untuk mempertahankan diri terhadap peluncuran rudal dari Korut. Namun, Cina mengatakan sistem radar yang kuat bisa menembus ke dalam wilayahnya. Meski begitu, AS telah menyebarkan elemen pertama dari sistem pertahanan anti rudal canggih itu di Korsel.

Para pejabat Korsel mengatakan McMaster berbicara dengan rekannya di Seoul, Kim Kwan-jin, pada Kamis pagi untuk membahas peluncuran rudal Korut dan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

"Kedua belah pihak sepakat untuk mengejar rencana untuk secara substansial memperkuat sanksi dan tekanan masyarakat internasional terhadap Korut. Keduanya sepakat untuk mendorong penyebaran THAAD oleh pasukan AS di Korea," bunyi pernyataan Istana Presiden Korsel.

Sementara itu, dalam pembicaraan melalui telepon dengan Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat bahwa peluncuran rudal balistik terbaru Korut adalah provokasi berbahaya dan ancaman serius.

Kepada wartawan, Abe mengatakan ia akan menantikan bagaimana reaksi China menanggapi Pyongyang setelah Xi Jinping bertemu Trump di resort pribadi pemimpin AS itu , Mar-a-Lago, di Florida.

Dalam komentar singkat yang disiarkan televisi secara nasional, Abe juga mengatakan Trump telah mengatakan kepadanya semua pilihan berada di meja. (sindo)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar